FAKTUALUPDATE.com | MEMPAWAH – Beberapa hari yang lalu di media sosial dibuat heboh dengan adanya pemberitaan terkait Robo-Robo yang ada di kecamatan segedong kabupaten mempawah. Jum’at, (7/8/2026).
Dalam beberapa pemberitaan yang ada dan viralnya postingan di media sosial, bahwa kegiatan Robo-Robo yang terletak di Desa Peniti Besar, Kecamatan Segedong, kabupaten mempawah. disebutkan ditiadakannya ritual adat buang-buang.
Dengan kejadian tersebut berbagai kalangan dari tokoh adat, tokoh agama dan tokoh pemuda kabupaten mempawah pun angkat bicara.
Salah satunya Daeng Rizal Bone tokoh pemuda kabupaten mempawah mengatakan,”dengan adanya pemberitaan ataupun yang viral di media sosial saya melihat Robo-Robo di segedong ini sering terjadi permasalahan. Hampir tiap tahun saya selalu mendegar adanya permasalahan,”Kata Rizal.
“Ditahun 2024 saya pernah didatangi beberapa panitia Robo-Robo di segedong, dengan meminta bantuan untuk menyelesaikan permasalahan perkelahian antar panitia. karna saya merasa saya ini lahir dan berasal dari segedong saya juga merasakan punya tanggung jawab terhadap kampung halaman saya, saya pun turut membantu dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Alhamdulillah dengan diadakannya pertemuan yang bersangkutan dan disaksikan kepala desa peniti besar, kapolsek, danramil serta lainnya pada waktu itu, permasalahan tersebut berakhir damai dan selesai,”Ungkap Rizal.
Sambungnya,”terus ditahun 2026 ini kembali lagi bermasalah. Saya pun langsung respon cepat pada malam kamis kemaren beberapa tokoh pemuda langsung mendatangi kepala desa peniti besar menanyakan terkait permasalahan tersebut. Kami pun disambut baik oleh kepala desa peniti besar. Dari hasil diskusi, kami parah tokoh pemuda yang hadir meminta agar tetap Robo-Robo yang ada di segedong tetap berjalan seperti biasa tanpa ada menghilangkan ritual adat dan lainnya yang sudah berlangsung lama sejak dulu hingga sekarang”.
“Kepala desa peniti besar pun merespon dengan baik berjanji akan melakukan pertemuan antara panitia dan pemangku adat secepatnya agar permasalahan tersebut terselesaikan. Alhamdulillah siang tadi Kamis, (6/8/2026) kami pun mendapatkan kabar bahwa apa yang kami harapkan tetap berjalan seperti biasa, tanpa menghilangkan ritual adat serta lainnya,”Jelas Rizal.
“Saya ingin sampaikan robo-robo yang ada di segedong ini bukan milik perorangan, tapi ini milik masyarakat kabupaten mempawah khususnya masyarakat kecamatan segedong. Jangan main-main dengan Robo-robo ini, jangan sembarangan menghilangkan adat teradisi Robo-robo yang sudah berlangsung lama sejak dulu. Saya berharap pemerintah kecamatan segedong agar melek terhadap kasus yang sering berulang-ulang kali ini terkait permasalahan Robo-Robo yang ada di segedong. Pemerintahan kecamatan segedong harus sigap dan tegas jangan sampai kejadian ini terus berulang-ulang,”Tutupnya.(Red)













