*FaktualUpdate* Singkawang, Kalimantan Barat ~ Semangat kepedulian dan kemanusiaan mewarnai kegiatan Care Share Connect / Ming XI Charity Carnival Indonesia yang digelar di Icon Convention Hall, Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Pemerintah Kota Singkawang, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan yang mengusung semangat “Berbagi Kepedulian & Harapan” tersebut menjadi momentum penyaluran berbagai bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya penyandang disabilitas dan masyarakat prasejahtera.
Bantuan yang disalurkan antara lain alat bantu organ tubuh berupa kaki dan tangan palsu, alat bantu pendengaran, kacamata serta paket sembako.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai yayasan dan organisasi sosial dari Indonesia maupun Malaysia serta dihadiri unsur pemerintah, DPRD, tokoh masyarakat, tokoh agama, paguyuban dan berbagai elemen masyarakat.
Beberapa tamu undangan tidak dapat hadir berhalangan karena kesibukan dan tugas di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Sementara Wali Kota dan Wakil Wali Kota Singkawang tidak dapat hadir dan di disposisi/perwakilan sesuai penugasan.
Salah satu sosok yang tampak aktif dalam pelaksanaan kegiatan adalah Messy Tandora, S.H., M.H., anggota DPRD Kota Singkawang dari Fraksi PKB yang juga terlibat sebagai bagian dari panitia kegiatan.
Saat di wancarai wartawan Messy menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan sosial tersebut dapat terlaksana dengan aman dan lancar.
Mesi tandora mengatakan kepada awak media yang ikut hadir meliput kegiatan tersebut Mesi tandora mewakili masyarakat Kota Singkawang.mengucapkan berterima kasih kepada seluruh donatur, terutama kepada Yayasan Ming Xi Charity Carnival Indonesia dan ini juga bekerja sama dengan banyak pihak,” ujar.
Pembagian Paket Sembako
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat Kota Singkawang.
sekitar 500 bantuan yang disiapkan dan disalurkan kepada masyarakat,yang membutuhkan bantuan tersebut terdiri dari berbagai jenis barang penyandang disabilitas mulai dari alat bantu pendengaran, alat bantu gerak berupa kaki dan tangan palsu, alat bantu, kacamata untuk siswa dan masyarakat prasejahtera hingga paket sembako.
Messy mengngucapkan puji dan syukur semoga kegiatan tersebut memiliki manfaat besar bagi penerima dan dapat meringankan sedikit beban bagi mereka yang membutuh kan ularan tangan bagi orang orang yang berhati mulia dan tulus ingin membantu sesama,semoga para donatur dimudahkan kan rejekinya ,dan di panjangkan umurnya, di mudahkan semua urusan mereka amin ucapnya.
“Yang mana kegiatan ini adalah seluruhnya untuk ,membantu masyarakat Kota Singkawang yang membutuhkan dan hal ini semoga membantu semangat kita semua untuk tetap berbagi hal baik. Dan kita saling menjaga tetap komunikasi dan bisa saling bekerja sama
Tidak hanya berada di panggung, Messy Tandora terlihat aktif turun langsung membantu masyarakat.
Messy Tandora membagikan bantuan kaca mata dari panitia
Pantauan CorongKasus.com, Messy tampak mendampingi penerima bantuan alat bantu organ tubuh, termasuk penerima kaki dan tangan palsu.
Ia juga terlihat membagikan kacamata, berinteraksi dan menyapa warga serta mengikuti sesi foto bersama penerima bantuan dan para tamu undangan.
Keterlibatan langsung tersebut membuat suasana kegiatan berlangsung lebih humanis dan dekat dengan masyarakat.
Ketua Panitia Jhonson: Bakti Sosial Sudah Berjalan Enam Tahun
Ketua Panitia Jhonson, dari Yayasan Sosial Moral Sejati Surya Gemilang / Ming Yang Sha Ke Jakarta, didampingi Elden Li/Rolen Li, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan sosial yang telah mereka jalankan selama sekitar enam tahun.
Ketua Panitia “Jhonson” didampingi Elden Li saat wawancara
“Jhonson menuturkan ,Kegiatan ini didukung oleh seluruh yayasan se-Indonesia, juga didukung oleh seluruh yayasan yang ada di Malaysia. Kami bagian dari yayasan kebajikan,” jelasnya.
Ia menyebut kegiatan sosial tersebut juga mendapatkan dukungan dari berbagai organisasi dan kelompok keagamaan.
“Kami mendapat dukungan dari banyak organisasi, salah satunya dari gereja, dari orang-orang suci zaman akhir. Mereka jauh-jauh dari Amerika datang berkolaborasi,” katanya.
Menurut Jhonson, melalui kolaborasi tersebut, bantuan yang disalurkan kepada masyarakat dari tahun ke tahun terus berkembang.
Tahun sebelumnya, pihaknya telah membagikan lebih dari 1.200 alat bantu kaki, 1.300 alat bantu dengar serta lebih dari 3.000 kacamata secara cuma-cuma.
“Tanpa bayaran, tanpa apapun dan itu dilakukan terus-menerus,” tegasnya.
Jhonson mengatakan kegiatan di Singkawang merupakan salah satu puncak acara gathering yang mempertemukan berbagai pihak dari daerah lain.
“Kegiatan hari ini itu salah satu puncak acara gathering kami, sehingga teman-teman dari daerah lain bisa memperhatikan Kota Singkawang, teman-teman di Singkawang yang kurang beruntung,” ujarnya.
Selain bantuan sosial, pihaknya juga memberikan perhatian terhadap pendidikan karakter dan akhlak.
Menurutnya, pendidikan yang diberikan juga mencakup pembelajaran bahasa Mandarin sebagai salah satu bekal bagi generasi muda.
“Kami berharap teman-teman yang terdidik ini sudah terdidik dengan akhlak yang baik, masa depan yang lebih baik. Di sana mereka bukan hanya belajar akhlak, mereka juga belajar bahasa Mandarin,” jelasnya.
Untuk kegiatan di Singkawang, Jhonson menyebut bantuan yang didistribusikan meliputi sekitar 21 alat bantu organ tubuh buatan, 25 alat bantu pendengaran, 260 kacamata dan 300 paket sembako.
Ia menegaskan jumlah tersebut hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan bantuan yang telah mereka salurkan.
“Kami berharap dari bagian kecil ini bisa menggerakkan hati sesama manusia, sehingga kita bisa membantu sesama kita, lintas agama, lintas ras, lintas suku,” katanya.
Jhonson juga menyebut terdapat 17 yayasan yang tergabung dalam organisasi tersebut dan turut mengambil bagian dalam kegiatan sosial.
Ketika ditanya mengenai penerima bantuan, ia menegaskan bahwa bantuan tidak dibatasi oleh latar belakang suku, ras maupun agama.
“Karena di mata Tuhan itu tidak ada yang namanya pribumi dan nonpribumi. Di mata Tuhan itu kita sama. Lintas ras, lintas suku, lintas agama, itu tetap kita bantu,” tegasnya.
Untuk Kota Singkawang sendiri, Jhonson mengatakan kegiatan ini merupakan pelaksanaan perdana dari yayasan mereka.
“Kami Yayasan Sosial Moral Sejati Surya Gemilang Ming Yang Sha Ke Jakarta ini baru perdana. Kami berharap mudah-mudahan ke depannya akan terus berlanjut,” harapnya.
Sementara itu, Elden Li/Rolen Li dari Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir mengatakan dirinya memiliki sejarah kerja sama cukup panjang dengan Jhonson dalam kegiatan sosial.
“Awalnya kami bekerja sama dengan Yayasan Peduli Bangsa untuk kaki palsu. Saya dikenalkan dengan Pak Jhonson. Dia punya banyak orang yang membutuhkan,” ungkapnya.
Menurut Elden, kerja sama tersebut kemudian berkembang dan Jhonson mampu memperluas kegiatan sosial hingga ke Malaysia dan sejumlah wilayah lainnya.
“Saya sudah lihat hati mereka sudah tergerak dan mereka sudah bisa melanjutkan pekerjaan yang sama, jadi nantinya bisa double,” ujarnya.
Wakil Ketua DPRD Kota Singkawang,
H. Karmayadi, S.Ag., dari Fraksi PKB, turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut.
Ia menilai Care Share Connect merupakan bentuk kepedulian yang harus didukung semua pihak tanpa melihat perbedaan latar belakang.
“Ini adalah bentuk kepedulian yang harus kita dukung bersama tanpa melihat suku, agama atau golongan. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk kita bersama dan juga kemanusiaan,” ujar Karmayadi.
Ia mengaitkan kegiatan tersebut dengan nilai ajaran Islam mengenai kewajiban untuk saling menolong dalam kebaikan.
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
Wa ta’āwanū ‘alal-birri wat-taqwā, wa lā ta’āwanū ‘alal-iṡmi wal-‘udwān
Artinya :
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.”
Menurutnya, DPRD Kota Singkawang mendukung kegiatan sosial tersebut dan berharap dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun.
“Semoga ini bisa berjalan setiap tahunnya, ada bantuan untuk warga Kota Singkawang yang memiliki kekurangan, baik pendengaran, penglihatan, tuna rungu maupun kekurangan fisik seperti kaki dan tangan palsu,” katanya.
Kebahagiaan juga dirasakan Aminah, warga Kelurahan Sei Bulan, salah satu penerima bantuan kaki palsu.
Aminah menyampaikan rasa terima kasih kepada panitia dan para donatur yang telah memberikan bantuan.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada panitia atau donatur dan khususnya Yayasan Ming Xi Charity Carnival Indonesia,” ucapnya.
Bagi penerima manfaat, bantuan tersebut bukan sekadar barang, tetapi menjadi bagian penting untuk membantu menjalani aktivitas dan meningkatkan kepercayaan diri dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan Care Share Connect / Ming XI Charity Carnival Indonesia berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan.
Selain penampilan seni dan kebersamaan peserta, kegiatan juga diisi dengan penyerahan berbagai bantuan serta sesi foto bersama.
Acara kemudian diakhiri dengan penerimaan plakat penghargaan dari panitia kepada pihak-pihak yang dinilai telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa kepedulian sosial tidak mengenal batas agama, suku, ras maupun golongan.
Melalui kolaborasi panitia, yayasan, donatur, pemerintah, DPRD dan masyarakat, bantuan diharapkan dapat terus menjangkau warga yang membutuhkan.
Care, Share, Connect akhirnya bukan hanya menjadi tema kegiatan, tetapi menjadi sebuah pesan kemanusiaan: peduli dengan sesama, berbagi dengan mereka yang membutuhkan, dan membangun hubungan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.
Pewarta : Ferry S













