Proyek Peningkatan Kualitas Permukiman APBD Provinsi Kalimantan Barat, di Desa Parit Bugis, Kecamatan Segedong. Pelaksana : CV. MARGO BHAKTI Abaikan K3 Dan di Duga Pengerjaan Yang Tidak Sesuai

FAKTUALUPDATE.com | SEGEDONG MEMPAWAH – Proyek Peningkatan kualitas permukiman gang idaman RT. 002/ RW. 001, Desa Parit Bugis, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah, terpantau di lokasi melalaikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), diduga ketebalan aspal sangat kurang dan tidak sesuai, Minggu (13/09/2026).

Sebelumnya Para pekerja terlihat jelas tidak menggunakan helm, baju rompi, sarung tangan dan sepatu saat melakukan penghamparan aspal. Hal itu dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan para pekerja dan tentu saja telah menyimpang dari ketentuan semestinya.

Para pekerja pengaspalan seharusnya memenuhi standar K3 saat pekerjaan berlangsung, yakni wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) agar terhindar dari resiko panas aspal, serta untuk menghindari resiko terjadinya kecelakaan kerja.

Berdasarkan pantauan di lapangan, hal itu sengaja dilalaikan oleh pelaksana proyek pekerjaan peningkatan Kualitas permukiman dari CV. MARGO BHAKTI terletak di Gang Idaman RT. 002/RW. 001 Desa Parit Bugis, Kecamatan Segedong, Kabupaten mempawah, Sumber Dana APBD PROVINSI KALIMANTAN BARAT TA 2026, dengan nilai anggaran, 134.475.000,- dari Dinas perumah rakyat dan kawasan permukiman.

“Terlihat jelas para pekerja langsung menuangkan aspal di lokasi kegiatan tanpa melakukan penyemprotan debu atau membersihkan lokasi yg akan di aspal terlebih dahulu,” Ucap Aldi.

Sambung aldi, para pekerja pakai sandal jepit, tidak pake helm,ini sudah mengabaikan standar keselamatan kerja, dimana fungsi pelaksana pengawas seakan membiarkan dan tutup mata, ketinggian pengaspalannya pun diduga tidak sesuai,” Tandas aldi.

Salah satu warga saat ditemui, ia mengatakan,”Terkait pembakaran pembuatan aspal dekat rumah saya ini, tidak ada pemberitahuan. Ketika saya pulang dari pasar mereka sudah melakukan pembakaran api untuk penggorengan aspal,”Ungkap warga setempat.

“Debu masuk kerumah dan panasnya menyengat sampai kedalam, untungnya cucuk saya ga ada disini, kalau ada pasti sesak dia terkena asap dan panas. Kita orang tua aja sesak apa lagi anak kecil,” Tambahnya.

Lebih parahnya lagi, saat ditanyakan kepada warga terkait pengawasan pekerjaan tersebut, ternyata pengawasannya tidak ada sama sekali ditempat dari pelaksana proyeknya.

Wargapun sempat dibuat binggung, saat pekerjaan dilakukan warga tidak mengetahui adanya pekerjaan tersebut, dikarenakan tidak adanya papan pelang proyek.

Ketika di komplen oleh warga besoknya baru ada papan pelang proyeknya. Itupun saat tim investigasi faktual update mendatangi lokasi pekerjaan menanyakan terkait papan pelang proyek baru di perlihatkan yang masih bergeletak di samping rumah warga yang belum di pasang sampai saat ini.

 

 

Laporan : Tim Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *