FAKTUALUPDATE.com | PONTIANAK – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Kalimantan Barat. Nadhira Shakila Anjani, siswi SD Negeri 16 Pontianak Utara, berhasil meraih Penganugerahan Kebudayaan Kalimantan Barat Tahun 2026 Kategori Anak sebagai Penutur Bahasa Melayu Pontianak. (22/10/2026).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., pada Kamis, 22 Oktober 2026, bertempat di Aula Pendopo Gubernur Kalimantan Barat.
Acara penganugerahan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta sejumlah kepala daerah. Penganugerahan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap individu yang berkontribusi dalam menjaga, merawat, dan melestarikan kekayaan budaya daerah, termasuk bahasa Melayu Pontianak sebagai salah satu identitas budaya masyarakat Kalimantan Barat.
Bukti Kecintaan Generasi Muda terhadap Bahasa Melayu Pontianak
Pencapaian Nadhira bukanlah hasil yang diraih secara instan. Ia telah menunjukkan kecintaan dan komitmennya dalam melestarikan budaya, khususnya bahasa Melayu Pontianak, melalui berbagai prestasi di bidang kebahasaan dan sastra lisan daerah.

Sejumlah prestasi yang berhasil diraih Nadhira antara lain:
1. Juara 1 Celoteh Bahasa Melayu se-Kota Pontianak Tingkat Sekolah Dasar.
2. Juara 1 Pantun Bahasa Melayu Tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
3. Juara 1 Pantun Melayu Tingkat Kota Pontianak, yang kembali mengukuhkan kemampuannya dalam melestarikan tradisi sastra lisan Melayu.
Tidak berhenti sampai di situ, Nadhira saat ini juga tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang lomba pantun tingkat Provinsi Kalimantan Barat dalam waktu dekat, dengan mewakili Kota Pontianak.
Kesempatan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Nadhira untuk terus mengembangkan kemampuan, memperluas pengalaman, dan membawa nama baik Kota Pontianak di tingkat provinsi.
Bahasa Melayu Pontianak, Warisan Budaya yang Harus Dijaga
Bahasa Melayu Pontianak bukan sekadar alat komunikasi, melainkan bagian penting dari identitas, sejarah, tradisi, dan kehidupan sosial masyarakat Melayu di Kota Pontianak. Melalui bahasa, berbagai nilai luhur, kearifan lokal, ungkapan, serta tradisi pantun diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Kehadiran anak-anak seperti Nadhira dalam upaya pelestarian bahasa daerah merupakan harapan besar bagi keberlangsungan budaya lokal. Di tengah perkembangan zaman dan pengaruh budaya global, keterlibatan generasi muda menjadi semakin penting agar bahasa daerah tetap hidup, digunakan, dipelajari, dan dibanggakan.
Prestasi Nadhira diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya untuk mengenal akar budaya, mencintai bahasa daerah, serta berani menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka dalam menjaga warisan leluhur.
Motivasi untuk Terus Berprestasi
Penganugerahan Kebudayaan Kalimantan Barat Tahun 2026 ini bukanlah akhir dari perjalanan Nadhira, melainkan langkah awal untuk meraih prestasi yang lebih besar. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi penyemangat untuk terus belajar, berlatih, menjaga kerendahan hati, dan konsisten mencintai budaya daerah.
“Teruslah berkarya, Nadhira. Jadilah generasi muda yang bangga dengan bahasa dan budaya sendiri. Jangan pernah merasa terlalu kecil untuk membawa perubahan, karena dari seorang anak yang mencintai bahasanya, dapat tumbuh harapan besar bagi lestarinya budaya bangsa. Raihlah prestasi setinggi mungkin, tetap rendah hati, dan jadikan setiap kesempatan sebagai jalan untuk mengharumkan nama Kota Pontianak dan Kalimantan Barat.”
Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus melestarikan bahasa Melayu Pontianak dan berbagai kekayaan budaya daerah lainnya.
Nadhira Shakila Anjani — generasi muda, penjaga bahasa, penerus warisan budaya Melayu Pontianak.
Bahasa terjaga, budaya lestari, jati diri tetap berdiri.(Red)













