FAKTUALUPDATE.com | MEMPAWAH – Ratusan sopir truk mengepung Kantor DPRD Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) terkait aksi demo mengenai BBM jenis solar subsidi pada, (03/06/2026).
Massa menyuarakan kegelisahan mereka terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi yang sulit didapatkan di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah kabupaten mempawah.
Terlihat dalam pantauan tim investigasi FAKTUALUPDATE.com ratusan mobil bejejer padati kantor DPRD Kabupaten Mempawah hingga di jalanan.
Dalam aksi tersebut Pihak DPRD Kab. Mempawah membuka ruang untuk melakukan Audensi Aliansi Sopir truk untuk menyampaikan aspirasinya.
Dari hasil audensi beberapa perwakilan Aliansi sopir truk Kab.mempawah dengan Anggota DPRD Kab. Mempawah yaitu beberapa poin yang disepakati :
1. Bahwa masyarakat menyampaikan solar subsidi ada dan tidak langkah apabila di distribusikan dengan benar tanpa adanya penimbunan dan pelangsir.
2. Bahwa masyarakat juga di peras atau di pungli oleh oknum.
3. Bahwa ada pengantri yang selalu ada dan tidak pergi yang artinya mereka melakukan penimbunan atau mereka mengepul solar tersebut.
4. Bahwa meminta DPRD kab. Mempawah melakukan pertemukan dengan pihak pihak terkait untuk menyelesaikan masalah tersebut.
5. Bahwa mendesak DISHUB Kab. Mempawah untuk mencegah mobil yang parkir berbulan bulan di pinggir jalan.
6. Meminta kepastian bagaimana kami bertindak kedepannya jika masih ada SPBU yang melakukan pelangsir dan pungli.
7. Bahwa tolong dicek kebenaran kouta untuk nelayan tentang solar di kuala dan bakau laut.
8. Dari pihak kepolisian akan membuat pengumuman dan akan di tempel di setiap SPBU.
9. Bahwa meminta kepolisian untuk menindak preman, nozol dan pungli.
10. Bahwa besok DISHUB terkait akan melakukan sidak pada SPBU.
Umar selaku kordinator Aksi demo Aliansi sopir truk mengatakan,” Kami selaku para sopir truk memperjuangkan hak kami untuk mendapatkan solar subsidi, tolong beri jalan buat kami. terkait bekingan mereka mau siapa kami tidak peduli tak ada urusan kami,”Ucapnya.
“Kejadian ini hampir semua SPBU yang ada dikabupaten mempawah. Semuanya ada penimbun, semuanya ada manipulasi solar subsidi, semuanya ada pelangsir dan semuanya mengkriminalisasikan mengucilkan kami itu semua di SPBU yang ada di Kab. Mempawah selama bertahun-tahun,” Lugasnya.
“Terkait pungli itu hampir semua SPBU ada dikabupaten mempawah. mengenai masalah berapa itu relatif ada yang lima puluh ribu bahkan ada yang sampai seratus ribu permobil,” Tambahnya.
Aksi tersebut berjalan aman dan damai yang mana terlihat para aksi melakukan aksi dengan tertib dan juga dijaga oleh pihak kepolisian polres Mempawah.
Dalam hal ini masyarakat sopir truk meminta APH Terkait agar segera melakukan tindakan, agar apa yang mejadi keresahan masyarakat sopir truk segera terselesaikan dan hak haknya yang seharusnya mereka dapatkan terpenuhi.
Jurnalis : DENI













